Taat Kepada Pemimpin

Siapa yang tidak tahu semut? Semut merupakan serangga dengan ukuran tubuh yang kecil. Jika kita berpikir dengan logika kita bagaimana cara semut yang begitu kecil itu bisa bertahan hidup, sedangkan untuk makanan yang menunjang hidup si semut rata-rata ukurannya lebih besar dari badan si semut? Namun ada hal yang perlu kita perhatikan yaitu tentang bagaimana gaya hidup dari si semut yang membuat mereka tetap bisa bertahan hidup.

Seperti yang kita ketahui semut hidup secara berkoloni, di dalam sebuah sarang semut. Semut-semut akan berkelompok sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, contohnya adalah ratu semut. Ratu semut adalah pemimpin bagi koloni semut, selanjutnya ada semut pejantan, semut pekerja, dan sebagainya. Inilah cara semut untuk bertahan hidup, dengan cara hidup yang berkoloni serta terstruktur mereka bisa tetap bertahan hidup. Tapi sadarkah kita kenapa semut bisa hidup dengan terstruktur? Hal ini dikarenakan adanya sang ratu semut, ratu semut lah yang berperan dalam menjalankan sistem yang ada pada anggota-anggota semut lainnya sehingga terbentuklah sebuah keharmonisan dalam kehidupan sebuah sarang tersebut.

Bagaimana dengan kita manusia? Kita memiliki akal budi (wu) yang saya yakin semut tidak punya. Seharusnya dengan kemampuan itu kita harus lebih baik dari semut bukan? Tapi yang terjadi adalah terkadang kita masih terlalu egois dengan hanya memikirkan diri kita sendiri. Kita seolah melupakan kewajiban kita sebagai anggota, kita tidak patuh pada atasan kita, kita sering kali merasa kitalah yang paling pintar dari orang lain. Sudah banyak contoh nyata diluaran sana yang tidak patuh pada aturan-aturan sehingga mendapatkan hukumannya sendiri. Apakah sebagai kaum yang Xiu Dao kita mau seperti itu? Tentu tidak. Sebagai umat yang Xiu Dao kita seharusnya bisa memutus rantai hukuman itu dengan tidak melanggar aturan yang ada.

Yang harus kita ingat adalah “Pemimpin terpilih karena kapasitasnya memenuhi. Taati pemimpin maka akan terbentuk sebuah keharmonisan dalam sistem yang sedang kita jalani.”

Kalau sulit belajar dari semut yuk…

Leave a Reply

Your email address will not be published.