
Manusia terus berevolusi dari waktu ke waktu. Seiring berjalannya waktu, manusia perlu mengikis sifat buruk yang ada, mempertahankan moralitas yang sudah baik, dan memupuk karakteristik Dewa-dewi yang mulia. Semua ini membutuhkan proses dan tidak bisa didapatkan secara instan.
Berikut ini sifat-sifat hewan yang harus dikikis pada diri manusia.
– Kera, serakah dan suka merendahkan.
– Keledai, memikul beban, tetapi tidak mengerti apa yang dipikulnya.
– Serigala, suka menyakiti dan menganiaya.
– Tikus, suka merusak, mencuri, dan menggerogoti.
– Ular, pendendam dan licik.
– Unta, tidak sopan dan tidak tenggang rasa.
Di sisi lain, banyak juga hewan yang sifatnya baik dan bisa menginspirasi kita dalam menyikapi berbagai perkara kehidupan dengan baik, seperti berikut ini.
– Elang, mandiri.
– Semut, pekerja keras dan selalu mempersiapkan makanan saat musim panas sebagai bekal saat musim dingin.
– Bangau, di dalam kelompok selalu kompak saat terbang dan mampu membentuk formasi yang unik.
– Kupu-kupu, menjadi indah karena proses panjang yang dijalaninya.
Dalam proses mengikis sifat-sifat buruk, marilah kita mempertahankan sifat-sifat baik yang sudah ada di dalam diri! Hal-hal yang sudah dipupuk dan dipelajari, kita pertahankan sehingga perubahannya permanen dan bukan sementara. Kita harus terus berusaha memupuk karakter-karakter yang baik dan mulia, terus merevisi diri, dan mencontoh karakter Dewa-dewi yang mulia. Berikut adalah sepuluh karakter yang mulia.
- Xu Wu, kosong, tetapi bermanfaat.
- Zi Ran, alamiah (bertindak alami yang positif).
- Qing Jing, hening, bening, dan batin bersih.
- Wu Wei, tidak memiliki motif dalam bertindak.
- Rou Ruo, lembut dan tidak kaku.
- Bu Zheng, tidak berebut.
- Chun Cui, murni dan tulus dalam bertindak.
- Pu Su, sederhana dan tidak pamer.
- Ping Yi, tidak meremehkan orang lain dan mawas diri.
- Tian Dan, sikap batin yang selalu tenteram.
Leave a Reply